Nazaruddin terus bersembunyi lari dari kejaran pihak kepolisian dan KPK. Nazaruddin bergerak dari Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Pakistan. Namun hasil pelacakan penegak hukum, Nazaruddin singgah hingga ke Amerika Selatan.
"Dia terlacak di Argentina," kata penegak hukum yang enggan disebutkan namanya.
Nah, hasil ini klop dengan apa yang disampaikan Iwan Piliang dalam wawancara dengan Metro TV. Dia menyebutkan, dalam wawancara lewat Skype, terdengar di latar suara Nazaruddin suara orang berbicara dengan logat Amerika Latin.
Hasil pelacakan penegak hukum itu, terpantau beberapa waktu lalu. Entah atas alasan apa Nazaruddin pergi ke negeri Tango itu. Namun Nazaruddin sempat terlacak di negeri itu.
Terkait keberadaan Nazaruddin yang sudah berstatus buron ini, Polri mengaku sudah mengetahui posisinya. "Kita nggak mungkin sampaikan (lokasi Nazaruddin), itu rahasia, strategi penyidik. Yang jelas polisi tetap serius mengikuti," ujar Anton kepada wartawan di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis.
Kenakan Topi Ayaman, Nazarrudin Muncul di Skype
Setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah media via telepon, Nazaruddin kembali muncul dari persembunyiannya. Namun kali ini, mantan bendahara umum Partai Demokrat ini tampil lebih berani dengan tampil melalui saluran Skype.
Seperti yang ditampilkan Metro TV, Jumat (22/7/2011), sesi kemunculan Nazaruddin ini dibuat dalam bentuk sesi wawancara dengan aktivis media sosial Iwan Pilliang. Nampak, Nazaruddin mengenakan topi anyaman berwarna coklat dan memakai baju berwarna putih.
"Tentunya saya sudah lama punya BBM-nya. Karena semua orang mencari dia, saya mencoba untuk berhubungan via Skype," kata Iwan via Metro TV. Wawancara Iwan dengan Nazaruddin terjadi pada Kamis, (21/7) malam.
Di persembunyiannya, Nazaruddin mengaku sehat. Ia juga bersama keluarganya.
"Alhamdulilah sehat. Keluarga saya juga di sini sama saya sehat," tuturnya.
Nazaruddin Mengaku Nyaris Kena Tembak di Bagian Kepala
M Nazaruddin membuat pengakuan mengejutkan. Dari tempat persembunyiannya, dia mengaku nyaris tertangkap oleh petugas. Bahkan ada bunyi tembakan yang nyaris mengenai kepalanya.
Pengakuan ini disampaikan Nazaruddin saat diwawancarai oleh Iwan Piliang dari Prestalk lewat komunikasi Skype. Nazar tampil dengan mengenakan topi anyaman dan berkemeja putih dalam sebuah kamar. Kamar itu tampak sederhana, dengan dinding warna hijau muda, dengan langit-langit rumah yang cukup sederhana.
Saat diwawancara, Nazar terlihat segar bugar. Tidak tampak tanda-tanda fisiknya melemah karena sakit seperti dikabarkan sebelumnya.
Nah, saat ditanya tentang kabarnya, Nazar mengaku sempat khawatir dengan keselamatan jiwanya. Saat itu, mantan anggota Komisi III DPR tersebut baru saja selesai diwawancarai oleh TV One dan Metro Tv.
"Nyaris terkena kepala. Alhmadulillah saya masih selamat dan bisa lolos," kata Nazar, Sabtu (22/7/2011).
Setelah itu, Nazar kembali melarikan diri. Dia kini terus dikawal oleh beberapa bodyguard yang mendampinginya.
"Ada orang mengejar. Tapi saya dikawal, Alhamdulillah," katanya.
Benarkah pengakuan Nazar ini? Belum jelas. Namun selama ini kicauannya dari luar negeri dianggap oleh para politisi Partai Demokrat sebagai kebohongan. Termasuk serangan-serangannya terhadap Anas Urbaningrum dan tokoh-tokoh Demokrat lainnya. Bahkan kabar yang menyebutkan Nazar sakit keras pun kini telah terbantahkan.
Bunyi Mirip Jingle Iklan Sari Roti Ternyata Ringtones Ponsel Nazaruddin
Wawancara buron kasus suap wisma atlet dengan Metro TV beberapa hari lalu mengundang kehebohan. Pasalnya, terdengar jingle lagu Sari Roti dalam percakapan. Namun suara itu ternyata berasal dari telepon seluler Nazaruddin, bukan jingle Sari Roti.
Dalam sesi wawancara melalui layanan Skype dengan aktivis media sosial, Iwan Piliang, yang disiarkan MetroTV, Jumat (22/7/2011), terdengar lagi jingle lagu tersebut. Iwan pun heran.
"Itu suara handphone anda?" tanya Iwan.
"Iya," jawab Nazaruddin sambil tersenyum.
Nazaruddin mengaku dirinya masih berada di luar negeri. Ia hanya akan kembali ke Tanah Air dengan satu syarat.
"Saya akan pulang asal KPK tangkap dalang sebenarnya dalam kasus wisma atlet dan Ambalang," kata Nazaruddin yang tampil dengan topi anyaman berwarna coklat.
Mantan Bendahara Umum PD ini mengungkapkan kronologis proyek wisma atlet yang menyeret namanya menjadi tersangka itu. Proyek tersebut, menurut Nazaruddin, diatur oleh Anas Urbaningrum
"Ini saya ceritakan agar KPK tangkap dalangnya," katanya.
Menurut Nazaruddin sejumlah uang dari proyek itu digunakan untuk pemenangan Anas dalam Kongres Partai Demokrat. Kemenangan Anas, kata Nazaruddin, tak lepas dari uang tersebut.
"Uang itu untuk pemenangan Anas," katanya.
Nazaruddin "Saya Kenal Iwan Piliang Sejak Kongres di Bandung"
Bendahara umum Partai Demokrat (PD) Nazaruddin muncul dalam wawancara dengan Iwan Piliang lewat fasilitas Skype. Tayangan itu muncul di Metro TV. Nazaruddin yang mengenakan topi anyaman itu kembali mengulang ceritanya termasuk soal Anas Urbaningrum dan kasus Kemenpora.
Siapa Iwan Piliang yang mewawancara Nazaruddin lewat Skype? Dalam pesan BlackBerry Messenger (BBM), Nazaruddin mengaku memang kenal dengan Iwan sejak kongres di Bandung.
"Kenal waktu memenangkan Anas jadi ketua umum. Dia tim media yang sering kita bawa-bawa muter datangi DPC waktu mau kongres," kata Nazaruddin dalam pesan BBM, Jumat (22/7/2011) malam.
Nazaruddin juga menyebut, Iwan Piliang tahu soal adanya bagi-bagi uang saat kongres. "Dia juga tahu Anas ngasih uang ke DPC-DPC," imbuhnya.
Iwan Piliang dalam wawancara Metro TV Jumat malam pun mengaku pernah aktif di media center saat Kongres di Bandung. Dia juga mengaku melakukan citizen journalism dalam wawancara via Skype dengan Nazaruddin itu.
Nazaruddin melancarkan tudingan-tudingan seperti ini sudah kesekian kalinya. Apa yang disampaikan Nazaruddin diragukan banyak orang, terutama para politisi Partai Demokrat.
Nazaruddin kini berada di luar negeri dan aman dalam persembunyiannya. Dia sudah menjadi tersangka kasus dugaan suap di Kemenpora. Semua tudingan Nazaruddin terkait kasus Kemenpora dan juga soal kongres di Bandung sudah dibantah Anas.
"Jawaban saya masih sama, itu semua tidak betul. Bila memiliki bukti-buktinya sampaikan kepada aparat penegak hukum," kata Anas dalam jumpa pers di lokasi Rakornas PD di Sentul, Bogor, Jabar.
Foto Nazaruddin Nyempil di Istana
Muhammad Nazaruddin bisa jadi saat ini adalah tokoh yang paling dicari. Bahkan Presiden SBY hari ini baik sebagai Presiden atau pun sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat meminta Nazar untuk pulang. Saat semua orang sibuk mencarinya, ternyata 'Nazaruddin' ada di Istana. Lah!Yang dimaksud Nazaruddin di sini bukan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sebenarnya. Melainkan sebuah foto yang ditempel di koridor yang menuju Kantor Presiden. Foto Nazar nyempil di antara para pimpinan fraksi dan pimpinan lembaga negara yang sedang melakukan rapat konsultasi tahunan dengan Presiden SBY di Istana Negara.
Dalam foto tersebut, seperti pantauan detikcom, Jumat (22/7/2011) tampak Nazaruddin mengenakan jas warna hitam. Dia tampak melirik Presiden SBY dan Ketua DPR Marzuki Alie yang sedang menggelar jumpa pers. Nazar berada di belakang para pimpinan lembaga negara dan pimpinan fraksi di DPR yang sedang berjajar mendengarkan SBY jumpa pers.
Belum ada yang mengkonfirmasi apakah foto tersebut adalah Nazaruddin sebenarnya. Namun jika dilihat dari wajahnya, memang pria keturunan Arab yang nyempil di foto itu adalah memang mirip sekali dengan Nazaruddin.
Istana sendiri memiliki dua koridor yang panjang. Koridor pertama menghubungkan antara Istana Negara dengan Istana Merdeka. Di sepanjang koridor tersebut, dipajang ratusan foto agenda Presiden selama satu tahun terakhir.
Sementara korisor kedua, adalah koridor untuk menuju Kantor Presiden. Di koridor ini, ratusan foto kegiatan SBY selama satu tahun terakhir juga dipajang. Nah, foto Nazar yang sedang melirik Presiden SBY berada di koridor ini.
Foto-foto yang dipajang di dua koridor ini biasanya diganti menjelang peringatan 17 Agustus. Artinya, sebelum 17 Agustus 2011 nanti, foto-foto tersebut diganti dengan agenda kegiatan Presiden terbaru. Foto Nazaruddin yang nongol di Istana itu diperkirakan saat Presiden menggelar rapat konsultasi dengan pimpinan lembaga tinggi negara, serta pimpinan fraksi pada 2010 lalu di Istana Negara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar