Senin, 29 Agustus 2011

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1432 H Jatuh Pada 31 Agustus

Sidang itsbat Kementerian Agama telah usai. Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011.

Keputusan diambil setelah Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang mendengarkan 12 pandangan ormas Islam yang hadir dalam sidang yang digelar di Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Senin (29/8/2011).

"Bahwa 1 Syawal jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Bisa disetujui?" tanya Suryadharma.
"Setuju," sambut mayoritas peserta sidang sembari bertepuk tangan. Suryadharma pun mengetuk palu tanda disetujuinya keputusan.

Suryadharma sebelumnya mempertimbangkan 4 intisari masukan 12 ormas yang telah disampaikan kepadanya. Intisari itu pertama, meminta agar kriteria disatukan, dan agar Kemenag lebih kuat lagi untuk memusyawarahkan kriteria penentuan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah.

Kedua, perbedaan penentuan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah masih berpeluang terjadi. Namun sebaiknya pengumuman dilakukan pada saat yang sama.

Ketiga, kesimpulan lain yang menjurus untuk diambil keputusan. Pemberi saran, laporan dari berbagai titik yang melakukan rukyah, dan memperhatikan fatwa dan pandangan majelis ulama menyetujui secara mayoritas, bahwa 1 syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011.

Keempat, dari Muhammadiyah yang menghargai dan menghormati pandangan Lebaran jatuh pada Rabu 31 Agustus. Namun, Muhammadiyah meminta izin untuk melaksanakan Lebaran esok hari, Selasa 30 Agustus 2011 dengan catatan saling menghormati perbedaan sehingga persatuan dan kesatuan umat dan bangsa tetap utuh.

Dengan demikian dari ormas-ormas yang hadir hanya Muhammadiyah yang menyatakan 1 Syawal jatuh pada Selasa 30 Agustus 2011.

Minggu, 28 Agustus 2011

Card Ucapan Aidil Fitri 2011


Tuhan Telah Mengambilmu Sebelum Ku Bertemu Denganmu

Hidup manusia, seperti juga makhluk lainnya, adalah seperti tanaman yang hijau kemudian menguning dan layu. Manusia terlahir, beraktivitas, prokreasi, kemudian wafat. Kehidupan dan kematian adalah sebuah siklus hidup yang menandakan eksistensi manusia. Kedua sisi  yang tidak terpisahkan. Walau begitu, kematian tetap merupakan sumber rasa takut, putus asa, dan luka bagi kebanyakan orang ketika menghadapinya, bukan hanya menghadapi kematiannya sendiri melainkan juga ketika menghadapi kematian orang terdekatnya. Semua perasaan tidak berdaya muncul, ini adalah ‘kekalahan’ akhir.

Jika sobat pernah mengalami kehilangan atau kematian orang yang sangat dekat dengan sobat dan ada tanda -tanda seperti ini:
1. Menangis secara tiba-tiba waktu makan,menonton tv, di dalam bilik air,
2. Selalu terkenang dan teringat si mati secara tiba-tiba dan mood sobat berubah,
3.Tidak ingin makan,atau  tidak terlalu berselera makan,
4. Tidak boleh tidur malam,
5. Mood tidak stabil terhadap orang sekeliling sobat,
6. Marah,secara tiba-tiba atau sedih secara tiba-tiba,
Sobat di nasihatkan berjumpa doktor.Ini adalah gejala-gejal kemurungan yang perlu dirawati sebelum anda mengalami masalah kesihata, yang lebih berat lagi.
28 Agustus 2011,,,saat itu saya sedang berjalan seorang untuk membeli makanan berbuka. Biasa saya pergi dengan kawan dan selalunya berbuka tidak pernah sendirian, tapi karena ada hal jadi kawan saya pergi berbuka di luar dan terpaksa saya harus menikmati berbuka seorangan. Dalam perjalanan pulang kerumah handphone saya berbunyi, tapi tak sempat buka message di jalan. Sesampai di rumah baru saya buka message tersebut. Bercucuran air mata, desis tangis mewarnai suasana azdan magrib yang berkumandang. Confus, stres, entah apa yang saya pikirkan setelah itu, inginku marah tapi dengan siapa?
Message dari adik kandung saya berulang kali saya baca karena seolah-olah itu mimpi. Berita palsu yang menyatakan nenek saya telah Tuhan ambil dari dunia. Ternyata itu konkret, dan sontak ketika itu sekujur badanku terasa lemas dan mulut diam kaku membisu, hanya gerak air mata yang masih terus aktif mengalir di pipi.
Suara tangisan bunda semakin membuatku tercekam oleh suasana kesedihan itu, rasa penyesalan menyelimuti di hati, seakan inginku ulang kembali saat-saat ku pergi meninggalkannya dan belom sempat kembali ku bertemu dengannya tapi Tuhan telah mengambilnya.
Nenek...
Apakah kau memaafkan cucumu?
Apakah engkau memaafkan aku?
Cucumu yang bertahun-tahun tak berada disampingmu?
Yang berapa kali lebaran tak sungkem langsung di depanmu?
Nenek...
Aku sungguh sangat rindu padamu
Ingin rasanya ku memelukmu
Inginku rasanya menciummu
Nenek...
Kenapa engkau pergi meninggalkanku
Kenapa engkau pergi saat ku tak disampingmu
Aku cucu mu nek,
Aku ingin menemanimu di saat detik terakhirmu
Aku ingin memelukmu dan berucap padamu
Aku menyayangimu nek
Aku sayang nenek
Sumpahku menyayangimu nek
Betapa hati ini merindukanmu
Dan rasanya inginku bertemu denganmu
Tapi engkau pergi meninggalkanku sebelum kepulanganku...
Nenek maafkan aku...
Tuhan tempaykanlah ia di tempat yang paling mulia disisimu
I LOVE U MYGRANDMOTHER

Jumat, 26 Agustus 2011

Pangeranku...Dimanakah engkau berada?

Apa kabar jodohku? Baik-baik saja kan?? Berat rasanya kantung mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu slalu terbangun disepertiga malam terakhir? Dan apakah mulutmu trs menerus berdzikir dimalam itu?



Jujur aku rindu kamu....jodohku...,,

Tapi saat ini blm saatnya untuk kita bertemu, bukannya aku tak mau..,atau aku tak rindu. Tapi memang karna perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajiban yg harus kita penuhi sayang..,,Terkadang aku berfikir...apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku??Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya??

Berat hati ini menantimu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau slalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat Dzuhur tiba..

kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadap-Nya?



Jodohku...sehatkah kamu?

Kalau saja aku berada disampingmu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.,



Jodohku sabar dan tenanglah...

aku disini masih bersabar menantimu,Hatimu tak sedang terluka kan? tersenyumlah... karna aku yakin kebahagiaan akan slalu menyertai kita,Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, ambil air wudlulah... dan mendekatlah kepada-Nya.,Tapi disini ak berharap kau baik-baik saja..,



Hmm....

waktu ini memang terasa lama buadku.,tapi ak yakin takkan lama lagi kau akan hadir menyapaku dan mengajakku untuk melakukan shalat fardhu.

Dan sering pula kau akan menyanyakan.. " Sudah shalatkah kau sayang?"



Jodohku...aku rindu..,

Kapan kita bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat2mu. Hati ini kosong...dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yg kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku.



Jodohku...

apa kau jg rindu padaku? Bagaimana dengan Qur'an mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isya'? Apa yg kau pahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku....Aku siap mendengarkan., dan begitu jg dengan keluh kesahmu,aku siap berbagi sayang...

Perubahan apa yg kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin membaikah? Tak kau sentuh kan hal-hal yg dilarang agama?

Aku berharap seperti itu...Jodohku....

disetiap langkahku dan seusai shalatku.

ku titipkan AL -Fatihah untukmu,agar kau slalu berada dijalan-Nya..

Sabar ya sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yg lama.

Jangan sampai kau salah jalan sayang.,Salam rindu pula untuk orang tuamu, baik-baikah mrk?Masihkah kau jaga mereka dg kasih sayangmu?Dan sudahkah kau bersyukur??



Sayang...

nantilah aku, dgn berbagai kebaikan yg nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Karna aku mencintaimu secara tulus...



Jodohku...

bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mau menerima segala kekuranganku...dan membenarkanku dikala ak salah.Sayang... berusahalah! Kita pasti akan sukses! Bahagiakan orang tuamu...dengan menjaga sikapmu dan tuturkatamu..

Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang cakap untuk memimpin kelak.

Jgn pernah merasa sepi..

karna aku disini masih setia menantimu, dan disini aku masih setia menjaga kehormatanku.



Sayang...

kalau siang sudah berlalu..pejamkan matamu dg buaian do'a, begitu juga ucap do'a dariku selalu menyertaimu...

Smoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. AMin...



Jodohku...

Tak terasa pena ini telah banyak kui goreskan diatas kertas putih ini, yg memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu.,

Ingatlah sayang...

aku slalu ada untukmu...

Untuk itu jgn pernah kau merasa sendiri atau sepi..

Hmm...semoga kerinduanku ini akan terjawab,seiring berjalannya waktu.

Jumat, 19 Agustus 2011

Kumpulan Humor Melayu Jejaka

MELEWATI PERLINTASAN PERKUBURAN


Ali dan Abu baru pulang dari bandar. untuk sampai kekampung, mereka terpaksa melalui jalan pintas yg bersebelahan sebuah kawasan perkuburan.

Hati mereka berdebar-debar semasa melalui kawasan perkuburan itu dan dalam sayup-sayup malam mereka terdengar bunyi ketukan dari kawasan perkuburan.


Mereka berdua memberanikan diri untuk melihat dari mana datang bunyi itu. Dengan perlahan-lahan mereka menghampiri kawasan kuburdan ternampak seorang tua sedang mengetuk batu nisan menggunakan tukul besi dan pahat.Dalam keadaan yang agak gelap itu,orang tua tersebut tekun mengukir sesuatu diatas batu nisan.

Ali dan Abu bersuara "Fuuufff...terkejut kami,ingatkan pakcik ni hantu tadi, buat kami terkejut aje".

Sambil merapati orang tua itu mereka bertanya: "Apa yang pakcik buat malam-malam buta kat kubur ni??"

Tiba-tiba lelaki tua itu menjawab dengan marah..."Bodoh!!Dia orang salah eja nama aku!"





KISAH PENGEMIS DAN PELAJAR UNIVERSITY


Seorang mahasiswa sedang asyik berbicara dengan seorang pengemis tua di depan kampus UITM.

Mahasiswa : "Sudah lama mengemis di sini pakcik?"
Pengemis : "Ya... lebih kurang sudah 8 tahun , nak Mahasiswa : Wah, sudah lama juga ya pakcik..sehari biasanya dapat berapa pakcik?"
Pengemis : "Paling sedikit RM 50.00 nak ..."
Mahasiswa : Banyak juga ya pakcik
Pengemis : "Bolehlah nak, untuk keluarga..."
Mahasiswa : "Ehhhh...keluarga ada di mana?"
Pengemis : "Anak pakcik semuanya ada 3 orang, yang pertama ada di Universiti Putra Malaysia di Selangor, yang kedua ada di Universiti Utara Malaysia di Kedah dan yang ketiga di Universiti Sains Malaysia di Penang..."
Mahasiswa : "Subhanallah, hebat-hebat keluarga pakcik ni...boleh tahan juga yerrr.. Eh..Anak pakcik tu semuanya masih kuliah?"
Pengemis : "Tak arrrrrr....semuanya mengemis seperti pakcik..."



Kamis, 18 Agustus 2011

Dikira Tidak Boleh Ikut Bermain

Bu Item baru saja di terima sebagai guru bimbingan konseling di sebuah sekolah. Suatu hari dia melihat si Jono berdiri sendirian di pinggir lapangan belakang sekolah, sementara ada murid yang lain sedang asyik bermain bola. Karena merasa kasihan, Bu Item mendekat dan menyapa dengan ramah. "Hai Jono, bolehkah saya menemani kamu?"

"Iya, Bu", Jono menjawab. Tapi pandangan mata anak itu masih tertuju pada teman-temannya di tengah lapangan.

"Ah, anak ini kasihan sekali... Pasti dia ingin ikut bermain...", pikir Item.

Sebagai guru bimbingan konseling yang baik, Item ingin tahu masalah apa yang membuat Jono menyendiri seperti itu.

Item pun bertanya, "Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Jono?"

"Saya sedang jadi kiper, Bu..."

Humor_Lomba Nyanyi Tujuh Belasan

Di suatu kampung ada peserta ikut lomba nyanyi lagu Hari Kemerdekaan. Dengan semangat dia mulai menyanyi:

"Enam belas Agustus tahun empat lima ..."

Juri : "Bapak, salah itu ... Ulangi !"

Peserta mulai lagi:

"Enam belas Agustus tahun empat lima ..."

Juri : "Masih salah ... Ini kesempatan terakhir!"

Peserta lomba: "Saya ndak salah pak, sampian dengar saya nyanyi dulu"

Akhirnya juri serius mendengarkan,

"Enam belas Agustus tahun empat lima... BESOKNYA hari Kemerdekaan kita ..."

Humor_Bersyukur Atas Kemerdekaan Indonesia

Kita harus bersyukur merdeka tahun 45. Semangat 45 terdengar "gagah". Coba tahun '69. Semangat 69 terdengar "Menggagahi".

Kita bersyukur lagi, merdeka tgl 17 Agustus. Semua serba merah putih. Coba 14 Februari, pasti serba merah jambu.

Masih terus bersyukur, proklamator Republik Indonesia bernama Ahmad Soekarno. Kalo Ahmad Dhani, itu Republik Cinta.

Bersyukur merdeka 17/8/45. Burung Garuda jadi gagah. Coba 1/1/45, bulu sayap & ekornya cuma sehelai.

Bersyukur lagi warna bendera kita Merah Putih. Coba warna Ungu, lagu kebangsaan berubah jadi Demi Waktu.

Adab - Adab Saat Berbuka Puasa

Memahami dan Mengamalkan adab-adab puasa sangat penting, karena hal itu merupakan ibadah. Masih banyak orang yang tidak memahami tuntunan Islam tentang berbuka puasa, maka tulisan ini semoga menambah penjelasan dan keterangan kepada kita seputar adab-adab berbuka puasa. Silahkan menyimak.

1. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?

Tidak ada perbedaan di antara ulama bahwa waktu puasa adalah semenjak terbit fajar shodiq sampai matahari terbenam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Makanlah dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (QS. Al-Baqarah/2: 187)

Kedatangan malam di dalam ayat ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan datangnya malam dan perginya siang serta tenggelamnya bundaran matahari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

« إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ »

Dari ‘Umar bin Al Khaththob, dia berkata; “Jika malam telah datang dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka “. [HR. Bukhari, no. 1954]

Oleh karena itu jika kita telah melihat bundaran matahari sudah tenggelam di ufuq barat, maka waktu berbuka sudah tiba, walaupun kita belum mendengar adzan maghrib dan walaupun jadwal sholat maghrib belum masuk. Karena sesungguhnya jadwal sholat maghrib dan adzannya itu ditandai dengan tenggelamnya matahari. Namun banyak orang sekarang yang tidak memahami. Wallahul Musta’an.


2. Menyegerakan Berbuka Sebab Meraih Kebaikan.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ »

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka” [HR. Bukhari, no. 1957 dan Muslim, no. 1093]


3. Nabi n Segera Berbuka Jika Matahari Telah Tenggelam

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى – رضى الله عنه – قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، فَلَمَّا غَرَبَتِ الشَّمْسُ قَالَ لِبَعْضِ الْقَوْمِ
• « يَا فُلاَنُ قُمْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَوْ أَمْسَيْتَ .
• قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَوْ أَمْسَيْتَ .
• قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . قَالَ إِنَّ عَلَيْكَ نَهَارًا .
• قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . فَنَزَلَ فَجَدَحَ لَهُمْ ، فَشَرِبَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَالَ « إِذَا رَأَيْتُمُ اللَّيْلَ قَدْ أَقْبَلَ مِنْ هَا هُنَا ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ »

Dari ‘Abdullah bin Abu Aufa radliallahu ‘anhu, dia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu perjalanan dan beliau berpuasa. Ketika matahari terbenam, Beliau berkata (kepada sebagian rombongan; “Wahai fulan, bangun dan siapkanlah minuman buat kami”. Orang yang disuruh itu berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika anda menunggu hingga sore”. Beliau berkata: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Orang itu berkata, lagi: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika anda menunggu hingga sore”. Beliau berkata, lagi: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Orang itu berkata, lagi: “Sekarang masih siang”. Beliau kembali berkata: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Maka orang itu turun lalu menyiapkan minuman buat mereka. Setelah minum lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Apabila kalian telah melihat malam sudah datang dari arah sana (timur-pen) maka orang yang puasa sudah boleh berbuka.” (HR. Bukhori, no. 1955)


4. Para Sahabat Menyegerakan Berbuka

‘Amr bin Maimun Al-Audi berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهُمْ سَحُوْرًا

Dahulu para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling segera berbuka dan paling lambat sahuur. (Riwayat Abdurrozaq di dalam Al-Mushonnaf 4/226, no. 7591; dishohihkan oleh Al-Hafizh di dalam Al-Fath dan Al-Haitsami di dalam Al-Majma’, hlm. 62)


5. Berbuka Sebelum Sholat Maghrib Dan Berbuka Dengan Kurma / Air

Dari Anas bin Malik berkata

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak ada ruthab maka dengan beberapa kurma masak, dan apabila tidak ada kurma masak maka beliau minum beberapa teguk air. (HR. Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Tirmidzi)


6. Doa Orang Berbuka Mustajab

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ ».

Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak” [Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81) ini sanad yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.]


7. Di antara Doa Berbuka Puasa

Ada beberapa hadits yang meriwayatkan tuntunan doa berbuka puasa. Hadits ini dapat diamalkan:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ َقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ


Dari Ibnu Umar, dia berkata; Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika berbuka beliau berkata: “Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah” (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim. Hadits ini berderajat hasan)

Ada hadits lain yang terkenal, tetapi dho’if, sehingga tidak boleh diamalkan.

Seperti hadits yang artinya : Dari Anas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau mengucapkan : Bismillahi, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu (artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka)”. [Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu'jam Shagir hal 189 dan Mu'jam Awshath]

Sanad hadits ini Lemah/Dlo’if karena ada dua rawi yang lemah, yaitu Ismail bin Amr Al-Bajaly dan Dawud bin Az-Zibriqaan.

Juga hadits yang artinya: “Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Sumtu …..” [Riwayat : Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Sunniy]


Dan sanad hadits ini mempunyai dua cacat:

Pertama : “Mursal (hadits Mursal adalah : seorang tabi’in meriwayatkan langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa perantara shahabat).

Kedua: ” Mu’adz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang Majhul.


8. Pahala Memberi Buka Orang Puasa

Bersemangatlan wahai saudaraku untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak. Nabi n bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa memberi buka kepada orang yang berpuasa, dia mendapatkan semisal pahala mereka, tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. (HR. Ahmad; Tirmidzi, Ibnu Majah; dan Ibnu Hibban; Lihat: Sifat Shoum Nabi, hal: 68)

Inilah beberapa penjelasan seputar berbuka puasa semoga bermanfaat.

Wallahua’lam bish shawwab

Selasa, 09 Agustus 2011

Kisah Muslim, Kisah Seorang Mua 'laf

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...


Namaku Erlina, aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah, bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Karena di masa lalu, aku beragama Kristen…


Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku, bahkan aku telah dibaptis ketika masih berumur 3 bulan dan saat berusia 18 tahun aku telah menjalani sidhi, yaitu pengakuan setelah seseorang dewasa tentang kepercayaan akan iman kristen di depan jemaat gereja. Aku juga selalu membaca Alkitab dan membaca buku renungan –semacam buku kumpulan khotbah– bersama keluargaku di malam hari. Seluruh keluargaku beragama Kristen dan termasuk yang cukup taat dan aktif. Bahkan dari keluarga besar ayah, seluruhnya beragama Kristen dan sangat aktif di gereja sehingga menjadi pemuka dan pengurus gereja. Sedang dari keluarga ibu, nenekku dulunya beragama Islam, namun kemudian beralih menjadi Katholik.


Sejak kecil aku adalah anak yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. Tentu saja kegiatan keagamaan yang aku anut saat itu beserta keluarga besarku. Kecintaanku pada agama Kristen demikian kuat mengakar dan terus bertambah kuat seiring pertumbuhanku menjadi wanita dewasa. Sedari kecil aku sangat rajin ikut Sekolah Minggu, bahkan hampir tidak pernah absen. Aku selalu ingin mendengarkan cerita agama Kristen atau cerita dari Alkitab di Sekolah Minggu.

Setiap pelajaran Sekolah Minggu kucatat dalam sebuah buku khusus. Cerita-cerita tersebut kuhafal sampai detail, sehingga setiap perayaan Paskah dan Natal aku selalu menjadi juara lomba cerdas tangkas Sekolah Minggu. Pernah suatu ketika, karena aku sering sekali menang, seorang juri memberikan tes tersendiri.


Hal ini untuk memastikan bahwa aku layak mendapatkan juara pertama, apalagi saat itu aku masih lebih muda dari peserta dan juara lainnya. Ternyata aku bisa menjawab pertanyaan juri tersebut. Akhirnya aku tetap mendapatkan hadiah, namun hadiah khusus di luar juara satu sampai tiga. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan pada peserta lain untuk menjadi pemenang.


Ketika aku menginjak usia SMP dan SMA, aku tetap aktif dalam kegiatan persekutuan remaja dan pemuda di sekolah. Aku juga aktif di tingkat yang lebih besar yaitu kegiatan persekutuan antar siswa Kristen dari sekolah-sekolah se-kota Magelang, juga persekutuan remaja di gereja. Bahkan aku juga ditunjuk menjadi ketua persekutuan remaja di gereja. Setiap minggu aku disibukkan dengan kegiatan persekutuan, mempersiapkan acara, topik, pembicara, membuat undangan dan menyebar undangan. Aku tidak pernah bosan mengundang rekan-rekan untuk hadir. Walaupun aku tahu ada di antara mereka yang malas hadir, aku tetap memberikan undangan kepada mereka. Betapa semangatnya aku saat itu…


Setelah lulus SMA, aku meneruskan kuliah di FKG UGM. Dan seperti sebelum-sebelumnya, aku kembali aktif di kegiatan keagamaan (Kristen). Kali ini aku mengikuti kegiatan persekutuan mahasiswa di FKG dan di tingkat UGM. Aku sangat senang dan menikmati kegiatanku tersebut saat itu. Bermacam-macam aktifitas, perayaan Natal, Paskah, panitia lomba vokal grup lagu gerejawi dan lainnya aku ikuti. Aku sering mengajak teman-teman-teman satu kos untuk menyanyi bersama lagu-lagu gerejawi di kos, berdiskusi pemahaman kitab dan lainnya.


Ternyata keaktifanku dalam kegiatan keagamaan ini semakin masuk ke dalam ketika aku diajak bergabung dengan pelayanan “Para Navigator”. Pesertanya sebagian besar mahasiswa. Di sini kami belajar banyak hal tentang kekristenan, dibimbing oleh pembimbing rohani dalam satu kelompok, mengadakan diskusi pemahaman Alkitab setiap minggu dengan menggunakan buku panduan seperti kurikulum yang bertingkat dari dasar ke tingkat tinggi. Di sini kami juga diajarkan dan diminta untuk menghafal ayat-ayat Alkitab –dengan diberikan panduan berupa kartu yang berisi ayat untuk dihafalkan-, dan setiap minggu harus bertambah ayat yang kami hafal. Akhirnya aku dapat menyelesaikan paket kurikulum dan diminta membimbing anak rohani. Metode pelayanan ini biasa dikenal dengan metode sel, belajar berkelompok, kemudian berkembang dengan masing-masing anggota yang akan memiliki anak-anak lain untuk dibimbing, sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya akan berkembang dan bertambah banyak. Dalam pelayanan ini, terkadang kami pun diajarkan dan dianjurkan untuk berdakwah mengajak orang lain mengenal dan mengikuti ajaran Kristen.


Entah mengapa, setelah aku masuk stase (tingkatan) klinik, mulai ada beberapa teman (muslim) yang mendekati dan ingin memperkenalkan Islam kepadaku. Reaksiku? Jelas marah dan kutolak mentah-mentah. Pernah juga aku dipinjami Al-Qur’an dan diminta untuk membacanya oleh seorang teman. Sungguh aku sangat marah terhadapnya sampai-sampai aku tak ingin berbicara dengannya.


Sampai akhirnya aku bertemu dengan dia –sebut saja A– yang alhamdulillah kini telah menjadi suamiku. Kalau teman-teman lain ingin memperkenalkan Islam dengan cara langsung dengan Al-Qur’an dan hal-hal lainnya yang jelas-jelas berbau Islam, maka A mengenalkan Islam dari sisi yang beraroma Kristen. Dan aku sangat antusias saat itu. Apalagi ia menyatakan bahwa jika Kristen lebih benar dari Islam, maka dia akan mengikuti agama Kristen. Kesempatan emas! Pikirku. A juga banyak bertanya tentang Bible, bahkan ia katakan telah tamat membaca Alkitab Perjanjian Baru sebanyak tiga kali! Aku pikir, orang ini benar-benar tertarik akan agama Kristen. Aku saja belum pernah membaca dari awal hingga akhir kitab tersebut secara berurutan. Aku semakin bersemangat saat itu. Banyak yang dia ketahui tentang Alkitab Kristen dan tentang Kristen. Ternyata sejak kecil ia bersekolah di sekolah Katholik dan mempelajari agama Katholik serta sejarahnya, dan ketika ia kuliah di UGM, ia juga terkadang berkunjung ke toko buku Kristen untuk membaca.


Namun, yang terjadi selanjutnya ternyata di luar dugaanku. A memang banyak tahu tentang agamaku, namun ia juga memiliki pengetahuan tentang Islam. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan olehnya dan berkaitan dengan agamaku, yang terkadang pertanyaan itu begitu mudah, namun aku sangat kesulitan menjawabnya. Diskusi-diskusi yang kami lakukan membuat kami menjadi dekat. Aku pun telah lulus kuliah dan bekerja. Begitu pula A, hanya saja dia bekerja di Jakarta. Namun, kami masih terus melanjutkan diskusi tentang agama Kristen yang telah kami lakukan sebelumnya. Ya… masih berlanjut seperti itu, pengenalan tentang agama Islam yang dilakukan dengan cara tidak langsung.


Dari diskusi-diskusi itulah ia terkadang memasukkan sentilan Islam secara tidak langsung dan tidak aku sadari (karena pertanyaan dan hal-hal yang didiskusikan sebenarnya telah jelas jawabannya di Islam). Banyak bentrok di antara kami dalam diskusi tersebut. Kadang bahkan membuat aku marah, menangis, jengkel. Namun diskusi itu terus berlanjut. Masih ada rasa penasaran, jengkel dan marah yang berbaur menjadi satu. Namun… banyak sekali pertanyaan darinya yang tidak bisa aku jawab. Akhirnya A mengusulkan agar meminta pendeta yang ahli untuk diajak diskusi bersama. Wah!! Betapa senangnya aku mendengar sarannya itu. Orang ini benar-benar bersemangat belajar Kristen. Aku sangat berharap akhirnya nanti dia bisa beragama Kristen. Rasanya bahagia jika aku berhasil membuat ia mengikuti iman Kristen.


Dengan sebab tersebut, aku mencari dan menghubungi pendeta yang terkenal, senior dan sangat berkualitas di Jogja. Sebut saja pendeta X. Aku berharap pendeta X dapat membantuku ‘memberi pelajaran’ tentang Kristen kepada A. Keluargaku pun ikut bersemangat dan sangat mendukung rencanaku ini. Saat itu, aku bersyukur bapak pendeta ini mau dan bersedia membantu rencanaku. Akhirnya, kami melakukan diskusi bertiga. Keadaannya saat itu, bukanlah sebagaimana seseorang yang ingin saling berdebat antar agama. Tidak. Kondisi saat itu, baik A maupun aku sama-sama sebagai orang yang belajar dan mencari kebenaran. Walaupun tidak ada pernyataan sebagaimana yang A lakukan bahwa jika Islam lebih benar aku akan mengikuti agamanya.


Mulailah kami berdiskusi setiap pekan di hari Sabtu. Beberapa pertanyaan yang A ajukan antara lain adalah:


Kapan dan bagaimana cara Yesus berpuasa? Mengapa orang Kristen tidak berpuasa?

Tentang penghapusan hukum Taurat (Yesus menolak membasuh tangan sebelum masuk rumah).

Benarkah kisah yang menceritakan Yesus berdoa dengan bersujud? Dan bagaimana orang Kristen berdoa saat ini? Dahulu, orang Yahudi termasuk Yesus dikhitan. Mengapa orang Kristen sekarang tidak? Pendeta menjawab, orang Kristen ada yang berkhitan tapi bukan untuk mengikuti hukum Tuhan (Taurat), tetapi untuk alasan kesehatan.


Mengapa orang Kristen tidak mengenal najis? Padahal hal najis di Taurat lebih berat daripada hukum Islam. Pendeta menjawab, dalam Kristen hal itu tidak perlu karena di dalam tubuh kita juga ada najis.


Apakah surga itu bertingkat-tingkat menurut Kristen?

Pendeta menjawab, “Tidak, dalam Kristen surga tidak bertingkat-tingkat.”

Lalu kami bertanya, “Mengapa dalam injil dikatakan ada surga rendah dan surga tinggi?”


Terdapat ramalan dalam Alkitab tentang kedatangan anak manusia ‘Ia akan berada di perut bumi tiga hari tiga malam’ seperti kejadian nabi Yunus di dalam perut ikan. Siapakah dia?


Pendeta menjawab, “Jelas ramalan untuk Yesus setelah kematian di kayu salib dan dikubur di gua.”


Akhirnya kami bertiga sama-sama menghitung. Dan berkali-kali, hasil perhitungan itu adalah dua hari dua malam atau maksimal adalah tiga hari dua malam dengan konsekuensi memasukkan hari minggu sebagai satu hari penuh, padahal minggu pagi –sebelum matahari terbit- , kubur Yesus telah kosong. Karena perhitungan tersebut tidak cocok dengan ramalan tiga hari tiga malam, pertanyaan tersebut ditunda untuk didiskusikan pekan berikutnya.


Saat kami datang pekan berikutnya, pendeta sudah memiliki jawaban, yaitu perhitungan hari orang Yahudi berbeda dengan kita.


Waktu itu kami tercengang, heran namun akhirnya tersenyum mengerti bahwa sebenarnya pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh sang pendeta. Padahal kejadian nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam gua selama tiga hari tiga malam mestinya lebih bisa menjawab ramalan tersebut.


Ah, saudariku… sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang kami diskusikan saat itu. Kiranya ini cukup untuk menggambarkan diskusi yang terjadi saat itu. Pertanyaan-pertanyaan kami bukanlah pertanyaan yang berat yang berkaitan dengan akidah. Bukan tentang trinitas ataupun ketuhanan Yesus. Namun, itupun banyak yang tidak terjawab. Dan dalam diskusi ini, A tidak pernah mendebat dengan dalil-dalil Islam, Al-Qur’an dan hadits. Sehingga memang terkesan bahwa kami berdua sedang berguru kepada pendeta tersebut.


Kami tidak pernah berdebat, menyalahkan atau mempermalukan beliau. Kami tetap hormat, dan pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan berkesan layaknya konfirmasi, “Apakah ini benar”, “Mengapa seperti ini”, dan semacamnya, kemudian menilai jawaban yang pendeta tersebut berikan.


Dan jika kami tahu sebenarnya beliau tidak dapat menjawab pertanyaan kami, dan tampak jawabannya dipaksakan, tidak logis (seperti tentang ramalan tiga hari tiga malam), maka kami hanya tersenyum dan tidak memperpanjang pembahasan hal tersebut. Saat itu, pendeta tersebut menganjurkan agar kami membaca buku karangan seorang Pastor yang berjudul Gelar-Gelar Yesus. Namun, aku malah mendapati, si pengarang justru mengatakan bahwa di Alkitab tidak ada yang secara langsung menyebutkan bahwa Yesus itu Tuhan dan dia tidak pernah menyatakan diri sebagai Tuhan. Sehingga anjuran ini justru menjadi semakin menambah pertanyaanku dan memperbesar keraguanku akan iman Kristen.

***

Setelah diskusi berlangsung beberapa kali, pendeta tersebut minta maaf karena tidak bisa melanjutkan diskusi lagi karena akan pergi ke luar negeri selama beberapa waktu. Beliau merekomendasikan dua orang pendeta untuk menggantikan posisi beliau selama beliau tidak ada. Pendeta pertama adalah seorang yang dulunya beragama Islam namun keluar (murtad) dari agama Islam dan menjadi pendeta. Saat kami mendatangi rumah pendeta ini, dari pembicaraan dengannya terkesan bahwa beliau menolak dan menghindar dengan alasan yang tidak jelas.


Pendeta kedua adalah seorang doktor teologia ahli perbandingan agama dan memiliki kedudukan yang cukup tinggi di sebuah universitas. Karena kesibukan dan kedudukan beliau inilah, kami agak kesulitan menemui beliau. Ketika akhirnya kami berhasil menemuinya, ternyata beliau keberatan dan tidak bersedia berdiskusi bersama kami dengan alasan sibuk. Pendeta kedua ini menyarankan agar kami kembali berdiskusi dengan pendeta X. Karena proses diskusi ini (yang tadinya aku berharap begitu banyak para pendeta ini dapat memberi pelajaran pada A) ternyata sedikit terhambat, akhirnya aku mendatangi pendeta X seorang diri. Aku menceritakan semua hal berkenaan dengan latar belakang diskusi ini dan aku memohon kepada beliau untuk membantuku meneruskan proses diskusi dengan A. Sayangnya… ternyata beliau menolak permintaanku dengan alasan yang tidak jelas –bahkan bisa dikatakan tanpa alasan-.

Sebagaimana harapan besar lainnya – yang jika tertumpu pada seseorang namun ternyata tidak dipenuhi oleh orang tersebut-, maka kekecewaan yang besar pun kurasakan waktu itu. Ketika aku pamit pulang, pendeta tersebut masih sempat berpesan kepadaku,


“Apapun yang terjadi, jangan sampai kamu menikah dengan dia (A). Kalau dia tidak mau masuk agama Kristen, pertahankan imanmu (iman Kristen).”


Gundah, bingung, sedih, dan kekecewaan yang menumpuk, semua bergumul menjadi satu setelah mendapat berbagai penolakan dari pihak-pihak yang aku harapkan dapat membantuku memberi penjelasan tentang agama Kristen ini kepada A. Bahkan pihak-pihak ini adalah orang yang kuanggap pakar dan ahli sehingga dapat membantuku menjawab dan menjelaskan tentang agama Kristen kepada A. Aku pun merasakan sesuatu yang janggal dari pesan terakhir dari pendeta X. Aku simpulkan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki argumen dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan aku merasakan bahwa ada sesuatu yang kurang dari agama ini (Kristen).


Sejak itulah, aku berusaha melihat dan menilai Islam dan Kristen sebagai dua agama yang sejajar kedudukannya, dan aku berusaha berada pada posisi netral seakan-akan sedang menjadi juri untuk keduanya. Berat dan tertekan. Itu yang aku rasakan ketika harus bergumul dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari doktrin Kristen. Doktrin yang telah aku cintai sejak kecil dan telah kuikat secara sungguh-sungguh. Namun, dari sinilah aku mulai membuka diri dengan selain Kristen.

Aku baru bisa mulai mempelajari seperti apa Islam sebenarnya. Kesan pertama yang kudapatkan dalam penilaianku adalah, ‘Apa yang jelek dari Islam? Kelihatannya ajarannya ok ok saja.’ Sambil melakukan ini, aku tetap terus membaca Alkitab Kristen.

Suatu ketika, A mengajukan suatu ayat dalam Alkitab yang mengatakan, ”Jangan sampai kita sudah setiap hari menyeru ‘Tuhan-Tuhan,’ tetapi tidak selamat seperti yang tertulis dalam Injil.”
Kata-kata ini terpatri dalam benakku. Malam harinya, aku mencari ayat itu dalam Alkitab dan menemukannya, yaitu pada Matius 7:21, yang isinya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga.”


Aku termenung seakan-akan tak percaya yang aku baca. Perlahan-lahan ‘ku tutup Alkitab yang sedang kubaca tersebut.


Keesokan harinya dan hari-hari sesudahnya terasa seperti hari penuh perenungan untuk pikiran dan benakku. Walaupun aku (berusaha) beraktifitas seperti biasa, namun pikiranku tidak tenang memikirkan ayat tersebut. Untuk meyakinkan diriku, ‘ku baca kembali ayat tersebut berulang-ulang, namun ternyata aku justru menjadi ketakutan setelah memikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Sepertinya ayat ini sangat berkaitan dengan apa yang telah aku lakukan selama ini, dan aku takut ternyata aku termasuk yang pada akhirnya tidak masuk surga. Jangan-jangan apa yang kulakukan selama ini walaupun dengan kecintaan dan kesungguhan dan penuh perjuangan adalah hal sia-sia.


Sejak itu, aku mulai tertarik dengan Islam dan menjadikannya alternatif pengganti agamaku. Aku mulai bekerja di luar kota Yogyakarta di sebuah Puskesmas di Banjarnegara. Sendirian… tanpa sanak saudara ataupun teman dekat dan sahabat yang dapat kuajak diskusi tentang Islam.


Aku belajar tentang Islam dari pengajian-pengajian masjid di desa yang terdengar dari pengeras suara atau acara desa dan kecamatan yang biasanya terdapat sentilan tentang ajaran Islam. Dan tentu saja tak ketinggalan, aku belajar dari diskusi yang sangat sangat banyak dengan A.
Sampai pada akhirnya, A menawarkanku untuk masuk Islam, dan akupun menyetujuinya walaupun tidak langsung melaksanakannya. Aku masih terus berdiskusi, belajar dan berpikir sehingga aku benar-benar merasa yakin dan mantap untuk memeluk agama Islam.


Dan ketika keyakinan ini bertambah kuat, aku merasa ada kebutuhan mendesak yang harus kulakukan, yaitu aktifitas menyembah Allah. Rasanya keyakinanku akan sia-sia dan terasa hampa jika tidak ada aktifitas ibadah yang harus aku lakukan untuk menyembah Allah. Namun, aku sama sekali belum bisa cara beribadah yang ada pada Islam.


Dengan melihat orang sholat di televisi dan memperhatikan teman sholat, akhirnya aku berusaha meniru gerakan sholat. Tentu saja segala sesuatunya masih kacau saat itu. Dengan hanya memakai piyama tidur (tanpa tahu ada aturan harus menutup seluruh aurat saat shalat) menggelar selimut untuk dijadikan sajadah, dan berdiri tidak mengetahui harus menghadap kemana, aku sholat. Ya! Aku sholat! Hanya dengan tiga kalimat yang aku ketahui, bismillahirrahmanirrahim, allahu akbar, dan alhamdulillah dan dengan gerakan yang tanpa urutan dan aturan. Rasanya melegakan karena aku melepaskan keinginan untuk menyembah satu Ilah dan hanya Ilah inilah yang harus aku sembah.


Aku lakukan ini berkali-kali tanpa diketahui oleh siapapun. Aku masih belum mengetahui tentang pembagian sholat yang lima waktu. Aku masih sendirian saat itu, menjadi kepala Puskesmas, dan aku pun masih merahasiakan statusku dari siapapun termasuk staf di kantor bahkan Si A tidak tahu kalau aku melakukan sholat karena aku masih malu, takut dan masih menutup diri. Sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengajariku.



Sampailah waktunya…

Aku dan A memberanikan diri datang kepada orangtuaku. Di situ, A mengutarakan keinginanku untuk memeluk agama Islam kepada orangtuaku. Dapat dibayangkan apa yang terjadi. Kekagetan luar biasa, marah, tidak percaya mengelegak keluar. Orangtua memintaku mengutarakan sendiri hal tersebut, dan aku pun mengatakan hal yang sama, “Aku ingin masuk Islam.” Mereka tetap tidak percaya dan memintaku memikirkannya kembali. Aku kembali ke Banjarnegara dan A juga kembali ke Jakarta tempat ia bekerja.


Beberapa waktu kemudian, Bapak, Ibu dan adikku menemuiku di Banjarnegara. Menanyakan kembali keputusan akhirku. Saat itu, aku meminta A menemaniku, karena aku dalam kondisi sangat takut dan kalut. Jawabanku pun tetap sama, “Aku ingin masuk Islam.”

Betapa orangtuaku marah mendengarnya.


Sebuah kemarahan yang aku belum pernah menyaksikan sebelumnya. Ibu berkata, “APA KAMU SANGGUP MENGHIANATI YESUS!!! TEGANYA ENGKAU DENGAN YESUS!!!”

Rasanya hatiku teriris mendengar teriakan marah dan kekecewaan yang luar biasa dari kedua orangtuaku tersebut. Aku pun memahami jika akan seperti ini, karena seluruh keluarga besar beragama Kristen dan hampir seluruhnya adalah aktivis-aktivis gereja, sering berkhotbah di gereja. Tidak ada satupun yang beragama lain.

Dan… aku yang diperkirakan juga akan mengabdi dengan sesungguhnya pada agama Kristen ternyata menjadi orang pertama yang masuk ke agama Islam. Tentu ini hal yang sangat berat terutama untuk kedua orangtuaku. Anggapan-anggapan negatif baik dari pihak keluarga, jemaat gereja, keluarga besar lainnya tentu akan datang bertubi-tubi menekan mereka. Dengan keputusanku yang tidak berubah ini, akhirnya hubunganku dengan keluarga menjadi agak renggang.

Derai air mata sejak itu masih terus mengalir. Aku sempat ragu ketika mengingat perkataan ibuku,


“Sanggupkah engkau mengkhianati Yesus.”

“Tegakah pada Tuhan Yesus.”

Pikiranku terus berkecamuk, ‘Benarkah itu? Benarkah aku harus menyembah Yesus? Benarkah jika aku memeluk Islam, Yesus akan marah?’ Berkutat pada kebimbangan antara perkataan orangtuaku dan apa yang telah kupelajari dalam Islam. Dalam puncak kebingunganku, aku bermimpi…


Aku hendak pergi tidur. Tiba-tiba… terdengar ketukan dari jendela kayu yang bersebelahan dengan tempat tidurku. Kubuka jendela tersebut dan aku kaget karena ternyata di depanku ada sesosok Yesus (wajahnya memang tidak jelas, namun berjubah dan dalam mimpi itu aku dipahamkan bahwa itu adalah Yesus). Sosok itu tidak berbicara apa-apa namun tampak seperti tersenyum, tidak marah dan mengulurkan tangannya (seperti) hendak menyalamiku. Sosok tersebut tidak berbicara namun aku dipahamkan bahwa maksud beliau adalah mengucapkan selamat kepadaku. Setelah itu sosok tersebut berlalu.


Aku pun terbangun dalam keadaan bingung dan takut. ‘Apa maksud mimpi ini?’ pikirku. Apakah ini suatu tanda bahwa pilihanku benar.


Waktupun berlalu dan aku semakin mengokohkan keputusanku untuk memeluk agama Islam. A yang hampir selalu hadir dalam perjalananku menggapai hidayah Islam ini akhirnya melamarku. Alhamdulillah… akhirnya orangtuaku pun mengizinkan kami menikah. Hubungan kami dengan keluargaku sudah baik kembali sampai saat ini. Kami menikah dengan wali dari KUA. Rasa haru dan bahagia menyelimutiku saat itu. Setelah menikah, aku langsung minta dibelikan mukena dan minta diajarkan shalat. Dan A terus mendampingiku dan mengajarkanku shalat lima waktu. Sampai aku telah dapat melakukan shalat sendiri, A baru bisa menjalankan kewajibannya untuk shalat di masjid.


Perjalananku dalam memahami Islam tentu saja tidak berhenti sampai di situ. Setelah lima tahun sejak aku masuk ke dalam agama Islam, aku melanjutkan studi S2 di FK UGM, jurusan Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis (minat Histologi dan Biologi Sel) dan aku seperti tersentak untuk kedua kalinya. Aku baru menyadari dan memahami betapa Allah mengatur segala sistem dalam tubuh kita dengan begitu rapi, canggih, teratur, beralasan dan sempurna sampai ke tahap molekuler, tanpa kita sadari. Aku banyak termenung saat menyadari hal itu, namun juga menjadikanku banyak bertanya kepada dosen pakar saat itu. Subhanallah, Dia-lah pencipta, pengatur, pemelihara yang sedemikian rupa rumitnya. Dan tidak mungkin semua itu berjalan, berproses dan bermekanisme dengan sendirinya. Mulai saat itulah aku lebih terpacu lagi untuk belajar dengan membaca dan memahami Al-Quran.


Dan proses belajar itu terus berlangsung sampai sekarang. Dahulu aku telah mengetahui bahwa Allah-lah, Ilah yang disembah dalam agama Islam. Namun, perlu waktu bertahun-tahun untuk aku memahami bahwa hanya Allah-lah Ilah yang BERHAK untuk disembah. Dan pemahaman ini ternyata suatu perkembangan, semakin kita belajar mengenal Rabb kita, insya Allah semakin bertambahlah pemahaman dan ketauhidan kita, dan akan semakin sadar bahwa masih banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Dari proses pembelajaran inilah aku semakin memahami siapakah Allah yang selama ini aku sembah, mengapa hanya Allah yang harus aku sembah. Kini aku sedikit lebih paham (karena masih banyak hal yang belum aku pahami), tentang kekuatan rububiyah Allah (sebagai pencipta, yang berkuasa) yang melazimkan bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah dan mengapa aku tidak boleh mempersekutukan-Nya karena jika aku melakukan kesyirikan maka ia akan menjadi dosa yang tak terampuni (jika tidak bertaubat).


Saudariku… agama Islam terlalu tinggi, canggih dan terlalu sempurna, dengan konsepnya yang sangat jelas, sehingga agama-agama lain menjadi sangat lemah untuk menjadi pembandingnya, termasuk agama Kristen yang aku anut dahulu.

***

Wallahua’lam bish shawwab

Sumber :Kisah Muslim.com

Kasih sayang ibu sepanjang jalan, tak suka anaknya jadi model tutup akun FB 10 tahun

Setelah kembali menjadi buah bibir karena menampilkan anak berusia 10 tahun dengan pose sensual dan make-up layaknya wanita dewasa, majalah Vogue Paris kembali dikecam.

Kontroversi ini terus berlanjut terhadap Veronika Loubry, ibu dari Thylane yang menjadi model dalam halaman mode tersebut. Sang ibu merespon komentar akan foto buah hatinya yang dianggap 'terlalu seksi', seperti yang dikutip dari Huffington Post.

Veronika yang akrab di mata khalayak ramai sebagai figur yang sering muncul di TV telah menutup akun Facebooknya dan juga akun Facebook putrinya, Thylane. Tak hanya itu, sebuah akun Tumblr yang didedikasikan untuk hasil foto-foto Thylane juga telah dinon-aktifkan.

Menurut sumber dari majalah Blackbook yang pernah melakukan tes foto untuk Thylane, Veronika pernah menulis posting terakhir di Facebook sebelum menutup akun tersebut.

Ia (Veronika) mengatakan bahwa saat ini hal buruk sedang terjadi pada dirinya dan Thylane, dimana seseorang yang jahat di Amerika melakukan sesuatu dengan foto Vogue delapan bulan lalu. Ia mengakui tidak tahu apa-apa akan hal ini dan hanya ingin melindungi putrinya. Itulah sebabnya ia akan menutup akun Facebooknya dan putrinya untuk sementara waktu.

Banyak orang lega melihat aksi Veronika sebagai sang ibu yang berusaha melindungi putrinya yang masih berusia 10 tahun dari respon buruk. Namun ada juga yang menyayangkan aksinya karena menerima pekerjaan pemotretan dari Vogue Paris untuk putrinya sejak awal.

Seorang fotografer bernama Dani Brubaker yang bertanggung jawab atas foto-foto bukan Vogue yang beredar di internet juga telah dikonfirmasikan dan menghubungi orang-orang yang meng-upload foto Thylane. Ia meminta untuk menghapus semua foto Thylane dari website mereka, seperti yang dikutip dari The Gloss.

Senin, 08 Agustus 2011

*HIDAYAH*

Lewat hari ini
Kutemui jejak kebenaran
Selafaz kalimah suci
Mengakui kebesaran ilahi

Lewat hari ini
Kudekap segenggam hidayah
Seruan sebening subuh
Mengusir kesaksian diri

Lewat hari ini
Sebuah kitab kudekap erat
Tetes basah menelusuri pipi
Syukur pada petunjuk yang diberi

Lewat hari ini
Gerakku untuk sujud ke bumi
Sholatku, ibadahku, puasaku, hidup dan matiku
Hanya untuk-Mu, ya robb

Minggu, 07 Agustus 2011

I'am sory, aku yang salah

"Aku minta maaf, aku yang salah"

Minta maaf itu penting sekali dalam membina hubungan. Minta maaf itu punya kuasa besar untuk merestorasi hubungan yang retak karena salah satu pihak berbuat kesalahan. Banyak yang berpikir asal yang satu sudah tidak sedih lagi, tidak perlu minta maaf. Padahal waktu tidak menyembuhkan luka, waktu cuma membuat luka yang tetap ada tidak kelihatan, yang siap untuk mengancam lagi kalau pas dikorek-korek.

Umumnya yang mengalami kesulitan minta maaf itu lelaki, walaupun banyak juga wanita yang punya kesulitan yang sama. Mungkin karena ego dan dibesarkan orang tua untuk berdiri sendiri dan memperjuangkan diri sendiri, banyak lelaki yang menjadi keras kepala dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya pada orang2 yang dikasihinya. Didalam hatinya mungkin dia tahu dia telah berbuat kesalahan, tapi demi menjaga ego pribadinya, dia menolak untuk memberikan pengakuan kesalahan tersebut. Banyak orang yang dengan sengaja akan memberikan ribuan alasan ribuan jawaban akan mengapa ia tidak perlu meminta maaf, sekalipun dia tahu kalau dialah yang menyebabkan kerugian tersebut.

Ayah punya banyak alasan, Ibu punya banyak alasan, Anak punya alasan, pacar punya alasan, Guru punya banyak alasan, Presiden punya banyak alasan, Direktur punya banyak alasan. Semua orang punya banyak alasan mengapa mereka tidak perlu meminta maaf. Kalaupun mereka perlu meminta maaf, mereka punya lebih banyak alasan lagi kenapa mereka tidak bersalah walaupun dengan mulut mereka meminta maaf.

"Aku minta maaf, aku yang salah".

Kita percaya ada kuasa besar dalam pengampunan, karena Tuhan sendiri mengampuni dosa. Tapi juga ada kuasa kerendahan hati yang besar dalam minta pengampunan. Karena Tuhan sendiri selalu menghendaki supaya kita merendahkan diri dan memintakan pengampunan atas dosa-dosa yang sudah dilakukan. Tuhan bekerja dengan luar biasa ketika kita menengkukan leher dan minta ampun pada mereka yang telah kita salahi.

Kehidupan keluarga itu tidak selalu mulus. Antara suami istri, orang tua dan anak, anak dengan saudaranya, antara pacar, tunangan, mertua, menantu, ipar. Satu hal yang kita mesti sadar. Kita semua ini orang berdosa. Orang yang sangat rentan akan perbuatan-perbuatan salah, secara sadar ataupun tidak sadar.
Seringkali kesalahan yang kita lakukan itu justru kita lakukan dengan sadar akan apa yang kita lakukan tapi dengan tidak sadar akan implikasinya pada orang lain.

Ada banyak hal yang lebih penting dari pribadi kita sendiri termasuk ikatan pernikahan, ikatan keluarga, ikatan persahabatan, dan banyak ikatan-ikatan hubungan lainnya. Minta maaf dan mengakui kesalahan adalah pengakuan lengkap kalau kita menyadari bahwa ikatan tersebut lebih penting daripada alasan-alasan benarnya tindakan kita. Ada hari Thanks giving, tapi tidak ada hari Minta Maaf. Mungkin kita mesti meniru sepupu kita yang minimal setahun sekali diharuskan minta maaf lahir dan batin.

Coba sesekali jangan merasa perlu untuk melontarkan alasan-alasan kenapa tidak perlu meminta maaf, ataupun alasan-alasan kenapa tidak perlu mengakui kesalahan. Cukup datang ke orang yang kamu cintai dan sakiti dan bilang "Aku minta maaf, aku yang salah". Mungkin ada sesuatu dari masa lalu yang belum terselesaikan, datangi dan bilang "Aku minta maaf, aku yang salah"
Watch the power of forgiveness and reconciliation at work.



Please, forgive me...!!!

Orang yang memohon kemaafan itu seumpama memecahkan batu dan beban yang berat, yang berada di kepala dan hatinya. Yang memberi kemaafan tersebut pula disusupkan ke urat nadinya satu persaan luar biasa tenangnya dan indahnya. Sebagai manusia biasa pasti akan merasa sukar untuk memberi maaf karena luka yang terguris di hati sanubari itu amat sukar untuk dipulihkan.

Disaat kita berkata "Aku ingin memohon maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan kepada kamu wahai kekasihku", disaat itulah hati kita akan merasakan indahnya perasaan tenang yang meresap di dalam hati. Begitu juga kalau kita berkata "Aku memberi maaf wahai kekasihku", satu perasaan indah dan tenang pasti akan menyelinap di selutuh urat nadi kita sehingga melahirkan rasa tenang-setenangnya.

Sama-samalah kita memberi kemaafan tanpa bersyarat karena kemaafan bersyarat itu ibarat seseorang yang cuba meluruskan besi bengkok. Selurus apapun besi tersebut, kesan bengkokan masih akan kelihatan. "I can forgive u but I cannot forget", Sebaliknya, berilah kemaafan seumpama menukar kain yang kotor kepada kain yang putih bersih, I can forgive u and let's forget".

Yang bersalah wajarlah memohon maaf dan berusaha untuk melakukan ajakkan paradigma di dalam kehidupannya tidak akan mengulangi kesilapan yang sama, meninggalkan aktifitas-aktifitas yang kurang sehat bagi hati kita. Kiranya ada sesuatu berhubungan, ataupun menimbulkan ketidakpuasaan hati janganlah di pendam-pendam sehingga mengurangi marah dan ketidakpuasaan hal itu, lantas memuntahkan lahar berapi yang lebih hebat dari letupan gunung berapi. Berbincanglah walaupun tidak mau berbincang bisa menggunakan perantara e-mail, sms dan segala macam sosial media dan alat komunikasi yang ada.

Yang dimohon kemaafan mulialah hidupnya  memberi maaf walaupun hati teriris luka, pedihnya dan sakitnya mungkin tidak akan hilang sampai kapanpun, bukalah hati untuk memberi maaf dan meluoakannya, agar kehidupan tidak dihantui oleh bayang-bayang orang yang melukai hati kita. Let's forgive and learn dan forget.

Hakikat manusia pasti tidak akan lari-lari dari melakukan kesilapan. Dan begitu juga hakikat kemanusiaan kita itu bukanlah alasan untuk kita berlepas diri dari melakukan kesilapan. S ebaliknya, dengan kesilapan tersebut kita bisa berusaha mengubah diri kita kepada satu tahap yang lebih baik, berjanji untuk tidak mengulangi kesilapan yang sama dan mengambil pengajaran di atas segala khilaf yang kita lakukan.



Bila Anda masih merasa kesulitan untuk memberi maaf, maka ada baiknya mengikuti petunjuk berikut ini:

1. Ingatlah perasaan sakit hati atau luka batin yang Anda alami secara obyektif tanpa menyalahkan dan mengorbankan diri.

2. Cobalah berempati dengan orang yang menyakiti perasaan Anda. Renungkan mengapa ia melakukan hal itu, apa yang dirasakan oleh orang itu sehingga perbuatannya menimbulkan sakit hati.
3. Bayangkan semua masalah dilihat dari sudut pandangnya. Cara ini akan mempermudah kita memahami mengapa ia sampai menyakiti hati orang lain.
4. Bagian dari kita yang mengutamakan kepentingan orang lain (altruistis) akan berpikir bahwa kita telah dimaafkan dan bagaimana rasanya memaafkan.
5. Ketika tiba saatnya untuk berkomitmen memberi maaf, orang biasanya mengucapkan "Belum", tetapi ketika akhirnya mereka melakukannya, mereka harus senantiasa berpegang pada pemaafan.

Seorang yang mulia ialah apabila memberi kemaafan kepada sesiapapun yang berbuat kesalahankepadanya. Seseorang itu lagi mulia, apabila memberi kemaafan dan melupakan kesalahan. Seseorang itu sangat mulia jika memberi kemaafan, melupakan kesalahan dan memperbaiki kekurangan yan ada pada dirinya.

Echy minta maaf setulus hati jika terdapat kalimat yang tudak berkenan di hati pembaca.

Kamis, 04 Agustus 2011

Ada Apa Dengan Hari Jum'at?

Assalamu'alaikum wr. wb.


Hari Jum'at disebut sebagai penghulu hari (sayyidul ayyam) atau hari baik itu mempunyai berbagai keutamaan dalam islam. Dianjurkan kepada kita agar pada setiap hari Jum'at amal kebaikan ditingkatkan karena dijanjikan pahala yang lebih besar. Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:


"Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jum'at. Pada hari Jum'at Allah menciptakan Adam. Pada hari Jum'at A dam di masukkan kedalam surga, dan pada hari Jum'at pula Adam dikeluarkan dari surga, dan tidak akan terjadi hari kiamat melainkan pada hari Jum'at."(H.R.Muslim)


Setiap Mukmin laki-laki hukumnya menunaikan sholat Jum'at. Keutamaan & sholat Jum'at ialah sebagai berikut:


1. Hendaknya pada hari Jum'at setiap mukmin memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah, karena diantara keutamaan hari Jum'at adalah terdapatnya saat mustajab (dikabulkannya) doa oleh Allah. Dari Anas disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:


"Carilah saat mustajab yang diharap-harapkan pada hari Jum'at, setelah sholat Azhar sampai menjelang maghrib". (H.R.Muslim)


2. Memperbanyak sholawat kepada Rasulullah.


3. Disunahkan untuk mandi, memakai wewangian dan berpakaian bagus.


4. Membaca surat AL Khafi. Menurut hadis Rasulullah, barang siapa membaca surat AL Khafi pada hari Jum'at, niscaya Allah akan memberinya cahaya antara dua Jum'at. (H.R.Muslim)


5. Datang lebih awal ke masjid.


6. Mengerjakan sholat sunnat rawatib sesudah sholat Jum'at 4 rakaat (H.R.Muslim) dan sholat attahiyatul masjid.


7. Jangan melangkahi pundak orang yang sedang duduk di dalam shaf sholat, kecuali di sana jelas ada tempat kosong yang perlu diisi.


8. Tidak berbicara sedikitpun ketika Khatib sedang berkutbah, karena perbuatan itu menghilangkan pahala Jum'at, Rosulullah bersabda:


"Apabila engkau menegur teman di hari Jum;at dengan ungkapan, hal diam. Sementara khatib sedang berkhutbah, maka engkau telah merusakkan nilai Jum'atmu.
(HR. Musttafaq 'alaih).


9. Hentikan transaksi jual beli pada saat menjelang khutbah Jum'at dimulai, Firman Allah,

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian telah dipanggil untuk sholat pada hari Jum'at, maka bergegaslah kepada dzikrullah (sholat Jum'at) dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui. (Q.S. AL Jum'ah: 9)


10. Jangan berpuasa (sunnah) kecuali jika puasa itu merupakan lanjutan dari puasa sebelumnya atau sesedahnya. (HR. Muttafaq 'alaih)


Hari ini adalah hari Jum'at abagi kaum Adam teramat bahagia untuk melakukan sholat wajib pada hari ini, tapi bukan berarti untuk kaum Hawa tak menguntungkan, banyak manfaat lain yang terkandung dalam hari Jum'at. Berdoalah wahai engkau Hawa jikalau engkau sedang menuai masalah, kesedihan atau pun penderitaan karena di hari yang istimewa ini adalah hari baik untuk mendapatkan ijabah (jawaban dari Allah).


"Ya Allah bila hati kami terluka perih, sembuhkanlah. Ubahlah kesedihan sesiapapun menjadi kebahagiaan. Ubahlah setiap air mata yang mengalir menjadi karuniamu. Berilah kami kekuatan untuk membalas kebencian dalam senyuman. Ampukanlah dosa kedua orang tua kami, ampunkanlah dosa adik-adik kami dan ampunkanlah dosa hambamu ini atas omongan yang menyakitkan hati sahabat kami, keluarga kami bahkan orang-orang yang kami sayangi. Ya Allah bukankanlah pintu hati maaf mereka kepada kami, siramkanlah kebahagian dalam kebersamaan kami. Ya Allah berilah senyuman sejati dalam hidup kami. Ya Allah hanya engkaulah tempat curhat kami yang tak pernah lelah mendengarkan keluhan kami, ketidakpuasaan kami. Hanya engkaulah yang menyayangi kami setulusnya, Cinta hakiki yang tak pernah menyakiti hati kami walaupun kami sering selingkuh darimu Ya Allah, tapi engkau selalu memaafkan kami dan menyanyangi kami. Perbuatan kami yang menyimpang dari ajaranmu, tutur bahasa kami yang tercela di hadapmu semoga engkau memberikan ampunan kepada kami. Ya Allah gerakanlah hati kami untuk selalu dijalanmu, jauhkan diri kami dari sifat yang engkau murkai. Amin Amin Ya Robal'alamin....


Selamat hari Jum'at...


Wassalamu'alaikum wr.wb.

Apapun Makanannya, Minumnya Teh Tarik.

Pernah pergi Malaysia?
Kalau pernah, tentu tahu donk tentang minuman yang satu ini "Teh Tarik". Wao..apa tuch Teh tarik, apakah teh ditarik-tarik atau teh dengan bahan bakunya namanya tarik. Awalnya saya juga tak terlalu paham betul tentang minuman yang satu ini, tapi setelah mencoba rasanya sungguh lain dan berbeza sangat dengan teh biasa. Ada kisah lucu di balik Teh Tarik dengan saya, sekilas cuplikannya:
          "Bakso dan minumnya es teh". Saat di tanya sang pemilik kedai tentang pesanan saya.
Setelah beberapa menit kemudian, pesanan saya datang dan rasa terkejut ada setelah melihat minuman yang tersedia di hadapan saya.
          "Kog teh warnanya seperti ini sech". Ucap kepada temen di samping saya.
          "Mungkin itu tehnya lain dengan teh kita, jadi warnanya seperti itu". Sahut temenku yang sama masih awan dengan teh tarik.
          "(srutupppp).....ini sech bukan teh, tapi kaya susu rasanya, tadi kan ku pesen es teh kog malah di bagi ini sech". Sambil mengomel karena pesanan tidak sesuai dengan yang di harapkan.
          "Wkkkwkwkwkwkwwkk....echy, echy nie tu namanya Teh Tarik makanya warna dengan rasa berbeza dengan teh biasa". Sahut temenku yang dah lama merantau di Malaysia.
          "Tapi kan tadi ku pesan es teh ka, log kog jadi Teh Tarik sech?".
          "Es teh tu disini namanya To ice, patut lah kamu order es teh dikira pejualnya tentunya teh tarik".
          "Owh gitu yach, hehe". Sambil minum, malu sendiri karena dah ngomel-ngomel.

Teh Tarik adalah minuman khas Malaysia yang biasanya dijual oleh para mamak (orang india muslim) di Malaysia dan Singapura. Minuman ini berupa teh yang diberi susu kental manis yang dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya (ditarik).

Dalam proses penarikan ini, kandungan-kandungannya menjadi semakin tercampur rata dan aromanya keluar. Selain itu proses penarikan juga membantu mendinginkan suhu minuman dan memberikan lapisan busa lembut di bagian atasnya yang berbentuk karena kandungan gula di dalam air teh.

Di Jepun dan Cina, mereka percya bahwa dengan meminum teh beberapa kali setiap hari dapat mengurangi resiko penyakit kanker. Khasiat-khasiat dari daun teh mengurangi lemak dan kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan kesegaran dan kelangsingan tubuh, boleh melegakan ulser perut, sembelit, pedih ulu hati dan tekanan saraf, boleh mengurangi perasaan gemetar membantu anda mengekaljan kulit yang sehat dan licin. Juga boleh untuk mandian, bagi yang mempunyai masalah "Athlete Foot" (kutu air), redamkan kaki bersama air teh (jangan di kasih gula nanti semut-semut nakal datng tanpa di undang) selama 1/2 jam dan selama beberapa hari dalam seminggu. Insya Allah kalau di lakukan tips ini anda pasti tak akan kecewa.

Nah lo...itu baru tehnya kan? belom lagi khasiat susu. Dalam menu sehat di kenal dengan "empat sehat lima sempurna". Penyempurnaan ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap dibandingkan dengan kandungan yang lainnya sehingga susu mempunyai banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Dan kalau di uraikan tidak ada habisnya rangkuman khasiat daripada susu, lebih baikknya kita membahas tajuk awal yaitu Teh Tarik.

Untuk mengatasi Obesitas dan kadar kolesterol banyak orang memanfaatkan khasiat teh, tapi kadang orang tidak puas mencampurkan gula saja ke dalam teh, tapi juga mencampurkan susu ke dalam teh. Teh terbukti sangat efektif untuk menurunkan berat badan, tapi manfaatnya akan hilang jika sudah dicampur susu dan menjadi Teh Tarik. Senyawa dalam teh akan di ikat oleh protein dalam susu sehingga tidak mampu menghambat penyerapan lemak.

Campuran susu sering ditambahkan ke dalam teh untuk membuat beragam variasi penyajian teh, salah satunya Teh Tarik yang cukup populer di Asia Tenggara. Selain untuk mendapatkan citarasa yang unik, banyak yang menganggap kombinasi ini bisa memberikan manfaat teh dan susu sekaligus.

Pertama mengenal minuman ini memang serasa aneh, tapi setelah mencobanya ternyata minuman ini, saya minum setelah memakan makanan apapun. Sebagai moto "Apapun makanannya, minumnya teh tarik donk". Bahkan karena minuman ini sehingga saya melupakan air mineral yang penting banget buat tubuh kita, karena terbiasa saat makan di canteen minuman yang selalu saya beli adalah Teh Tarik. Apalagi saat bulan suci Ramadhan ini pas banget berbuka dan sahur kita santap berbagai makanan tapi minumnya Teh Tarik, uey serasa lebih sedap. Tak perlu beli jauh-jauh ke negeri sebrang, kalau dah tahu apa saja bahannya tinggal kita buat sendiri, beli bahan di warung sediakan dua gelas yang buka kaca, tarik- tarik dech...hahahahay sip dah buat variasi minuman sendiri. Selamat mencoba dan Selamat berpuasa.