Kamis, 20 Oktober 2011

Thailand banjir besar berpengaruh pada Western Digital Thailand dan Malaysia


Produksi barang komoditas ekspor Thailand kini mulai terganggu akibat banjir besar yang melanda negara itu. 

Peristiwa banjir di Thailand disebutkan oleh sejumlah pengamat ekonomi telah menekan rantai produksi global yang saat ini masih belum pulih dari dampak tsunami di Jepang. 

Banjir dilaporkan telah menewaskan 300 orang, merusak sepersepuluh produksi padi Thailand dan menutupi jalan utama di kawasan utara kota Bangkok. 

Sejumlah perusahaan mobil dari Jepang dan Amerika yang mempunyai pabrik di negara itu juga sudah mulai terganggu produksinya. 


Perusahaan seperti Toyota, Ford, Honda dan Isuzu telah menghentikan proses perakitan kendaraan pada pabrik mereka di negara itu. 
Akibat langkah ini distribusi ribuan mobil dari negara ini kemungkinan juga akan terhambat.

Di salah satu pabrik Honda di Ayutthaya yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Bangkok tampak terlihat deretan mobil baru yang terendam lumpur. 

Sejumlah mobil lainnya tampak sudah dipindahkan ke sejumlah jembatan untuk menjaga dari ancaman banjir. 

Namun belum semua pengelola pabrik mobil itu mengumumkan sampai kapan mereka menghentikan kegiatan produksinya. 

Toyota mengatakan mereka akan menghentikan produksinya paling tidak hingga 22 Oktober mendatang. 

Selain perusahaan otomotif, perusahaan elektronik juga dilaporkan terganggu produksinya akibat bencana banjir ini. 

Grup perusahaan elektronik asal AS, Seagate Technology Inc Western Digital Corp mengingatkan produksi hard disk mereka akan terganggu oleh bencana ini. WD Thailand baru mengeluarkan pengumuman Pabrik mereka berhenti berproduksi untuk sementara waktu. Tujuannya untuk melindungi 37 ribu karyawan WD disana dan melindungi peralatan Pabrik dari dampak banjir. Setidaknya PT Western Digital di Thailand memproduksi 32 juta hard disk sampai Juli 2011 lalu. Atau 60% produksi hard disk WD yang berada disana, 40% lainnya dibuat di Malaysia. Bila situasi memungkinkan, Pabrik WD di Thailand akan dibuka kembali pada 19 Oktober 2011. Sedangkan WD yang ada di Malaysia shutdown sampai 31 Oktober 2011 baru operator masuk untuk bekerja kembali. Seminggu ataupun lebih terpaksa pihak WD Malaysia nonaktifkan untuk berproduksi. Semua itu dampak dari banjir di Thailand, karena semua material di hantar dari WD Thailand.


Sedangkan Canon Inc untuk sementara akan memindahkan produksi pembuatan printer mereka ke Vietnam. 

Dampak akibat terganggunya sejumlah produksi barang komoditas ekspor ini tidak hanya akan berdampak pada Thailand tetapi juga produk barang diluar negera itu. 

"Kondisi ini juga akan berpengaruh pada pabrik yang ada di negara lain karena banyak 
pabrik di negara ini merupakan penyuplai bagi pabrik lain di luar Thailand," kata Ketua Federasi Industri Thailand, Payungsak Chartsutthipol kepada kantor berita AFP. 



Dia menambahkan kondisinya sama seperti ketika tsunami menghancurkan sejumlah pabrik industri di Jepang, saat itu banyak pabrik di Thailand yang terganggu karena suplai komponen pendukung dari Jepang juga terganggu. 

Banjir di Thailand kali ini diprediksi akan mengakibatkan kerugian hingga US$4,9 miliar atau sekitar Rp40 triliun, yakni 1,5 persen dari produk domestik bruto negara itu. 
Kerugian itu meliputi kerusakan pada dunia pertanian, pariwisata dan perdagangan. 


Diambil dari sumber berita di Thailand dan informasi dari pihak WD Malaysia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar