Senin, 01 Agustus 2011

Aku, Kamu Dan Sahabatku....

Kamu memarahiku karena seorang sahabatku....
Kamu berubah padaku karena seorang sahabatku....
Kamu menjauh dariku karena seorang sahabatku....
Dan kamu tahu, aku sakit karena seorang sahabatku....

Seharusnya kamu...
Memahami dan mengertilah perasaanku
Seharusnya kamu...
Melihat dan mengetahui betapa sakitnya hatiku
Seharusnya kamu....
Menyadari kalau aku menyayangimu
Semua ini, semata ku takut kehilanganmu
Karena seorang sahabatku

Sahabat....
Tahukan sakitnya hati ini
Sahabat....
Tahukan perih batinku ini
Sahabat...
Sadarkah dikau tlah menyayat hati ini
Tertusuk sakit hingga palung hati

Sahabat aku sayang...
Tapi kenapa dikau tak sayangi perasaanku
Sahabat aku cinta...
Tapi mengapa dikau tak mencintai hatiku
Sahabat aku peduli...
Tapi mengapa dikau tak perdulikan hatiku
Terombak-ambik pisau cinta
Seakan kau akan membunuhku


Kamu dan Sahabatku....
Sakit bagai tertusuk sembilu
Saat melihat kamu dan sahabatku
Panasnya bara hatiku, saat kamu dan sahabatku
bergembira ria berkata di depanku...
Seribu lubang yang tlah mewarnai hatiku
Karna duri mu wahai sahabatku
Karna jarummu wahai kamu, kekasihku

Bukanku tak sayang padamu, Sahabat
Tapi dirimu yang tak menghargai aku
Dirimu yang tak menghiraukan aku
Dirimu yang pura-pura tak melihatku


Kamu sekarang menyalahkanku
Semua salah ada pada diriku
Hanya gara-gara aku dengan sahabatku
Yang tak lagi bersatu

Aku memang wanita, yang mudah untuk menangis
Aku memang wanita, yang mudah untuk emosi
Sekarang aku adalah wanita, yang jauh dari kekasihku dan sahabatku
Dan aku adalah wanita yang bersalah di mata kekasih dan sahabatku

Terus, siapakah yang menemaniku?
Siapakah yang peduli perasaanku?
Siapakah yang mau memahami dan mengerti isi hatiku?
Siapakah pihak yang tidak menyalahkanku?

Hanya ingin meluapkan rasa yang terpendam
Rasa sakit yang menusuk dan ku terdiam
Hingga tumpah semua emosi dan amarahku
Tapi menjadikanku orang yang bersalah di mata kamu dan sahabatku

Haruskah aku diam
Haruskah aku pendam
Haruskah aku bungkam
Jika luahanku dianggap dendam


Tuhan,
Hanya engakau yang tahu maksud hatiku
Hanya engkau yang mengerti perasaanku
Hanya engkau yang memahami apa mauku
Hingga ku pasrahkan semua padamu
Tirakat dan sujudku
Mohon ampunan padamu
Tangis dan desahku
Mohon kekuatan jalani hidupku

Sahabat
Dulu, aku selalu cerita padamu
Tentang kisahku
Tentang keinginanku
Tapi kini ku pesankan untukmu
Maafkan salahku dan jangan lupakan aku
Walau sejatinya aku terluka karenamu

Kamu
Terimakasih telah mengisi hatiku
Terimakasih telah membawa bunga cinta di hatiku
Panah asmaramu
Senandung syairmu
Membuat aku mampu tersenyum dalam duniaku
Walau sejatinya aku terluka pisau cintamu

Izinkan aku
Untuk menjadi bunga hatimu
Percayakanku
Menjadi yang terbaik bagimu
Walau ku belum mampu melakukan itu
Tapi kau harusnya tahu
Atas usahaku dalam mmemasuki hidupmu
Bukan kepalsuan yang ku beri
Belajar ikhlas atas semua tingkahku

Tapi jika kehadiran diriku
Menjadi benalu hidupmu
Sikapku menjadi ombak bagimu
Tingkahku menjadi pagar hidupmu
Dan ku tahu, kamu tak mau
Maka jika ku rasa begitu
Mungkin(.........)
ku rasa kamu tahu walaupun aku bisu

Seribu maaf dariku
Membawa satu tanya untukmu
Akankah kamu menghalangiku
atau melepaskanku...

i'am sad because of u
i'am happy because of u
two possible answers will come out of my mouth
when u show your attitude

2 komentar:

  1. a, b, c , d ,e ,f ,g ,h ....
    lanjutkan :D

    BalasHapus
  2. i, j, k, l, m, n, o, p, q, r, s, y, t, v, w, u,z....udah di lanjutkan :D

    BalasHapus