"Aku minta maaf, aku yang salah"
Minta maaf itu penting sekali dalam membina hubungan. Minta maaf itu punya kuasa besar untuk merestorasi hubungan yang retak karena salah satu pihak berbuat kesalahan. Banyak yang berpikir asal yang satu sudah tidak sedih lagi, tidak perlu minta maaf. Padahal waktu tidak menyembuhkan luka, waktu cuma membuat luka yang tetap ada tidak kelihatan, yang siap untuk mengancam lagi kalau pas dikorek-korek.
Umumnya yang mengalami kesulitan minta maaf itu lelaki, walaupun banyak juga wanita yang punya kesulitan yang sama. Mungkin karena ego dan dibesarkan orang tua untuk berdiri sendiri dan memperjuangkan diri sendiri, banyak lelaki yang menjadi keras kepala dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya pada orang2 yang dikasihinya. Didalam hatinya mungkin dia tahu dia telah berbuat kesalahan, tapi demi menjaga ego pribadinya, dia menolak untuk memberikan pengakuan kesalahan tersebut. Banyak orang yang dengan sengaja akan memberikan ribuan alasan ribuan jawaban akan mengapa ia tidak perlu meminta maaf, sekalipun dia tahu kalau dialah yang menyebabkan kerugian tersebut.
Ayah punya banyak alasan, Ibu punya banyak alasan, Anak punya alasan, pacar punya alasan, Guru punya banyak alasan, Presiden punya banyak alasan, Direktur punya banyak alasan. Semua orang punya banyak alasan mengapa mereka tidak perlu meminta maaf. Kalaupun mereka perlu meminta maaf, mereka punya lebih banyak alasan lagi kenapa mereka tidak bersalah walaupun dengan mulut mereka meminta maaf.
"Aku minta maaf, aku yang salah".
Kita percaya ada kuasa besar dalam pengampunan, karena Tuhan sendiri mengampuni dosa. Tapi juga ada kuasa kerendahan hati yang besar dalam minta pengampunan. Karena Tuhan sendiri selalu menghendaki supaya kita merendahkan diri dan memintakan pengampunan atas dosa-dosa yang sudah dilakukan. Tuhan bekerja dengan luar biasa ketika kita menengkukan leher dan minta ampun pada mereka yang telah kita salahi.
Kehidupan keluarga itu tidak selalu mulus. Antara suami istri, orang tua dan anak, anak dengan saudaranya, antara pacar, tunangan, mertua, menantu, ipar. Satu hal yang kita mesti sadar. Kita semua ini orang berdosa. Orang yang sangat rentan akan perbuatan-perbuatan salah, secara sadar ataupun tidak sadar.
Seringkali kesalahan yang kita lakukan itu justru kita lakukan dengan sadar akan apa yang kita lakukan tapi dengan tidak sadar akan implikasinya pada orang lain.
Ada banyak hal yang lebih penting dari pribadi kita sendiri termasuk ikatan pernikahan, ikatan keluarga, ikatan persahabatan, dan banyak ikatan-ikatan hubungan lainnya. Minta maaf dan mengakui kesalahan adalah pengakuan lengkap kalau kita menyadari bahwa ikatan tersebut lebih penting daripada alasan-alasan benarnya tindakan kita. Ada hari Thanks giving, tapi tidak ada hari Minta Maaf. Mungkin kita mesti meniru sepupu kita yang minimal setahun sekali diharuskan minta maaf lahir dan batin.
Coba sesekali jangan merasa perlu untuk melontarkan alasan-alasan kenapa tidak perlu meminta maaf, ataupun alasan-alasan kenapa tidak perlu mengakui kesalahan. Cukup datang ke orang yang kamu cintai dan sakiti dan bilang "Aku minta maaf, aku yang salah". Mungkin ada sesuatu dari masa lalu yang belum terselesaikan, datangi dan bilang "Aku minta maaf, aku yang salah"
Watch the power of forgiveness and reconciliation at work.
Please, forgive me...!!!
Orang yang memohon kemaafan itu seumpama memecahkan batu dan beban yang berat, yang berada di kepala dan hatinya. Yang memberi kemaafan tersebut pula disusupkan ke urat nadinya satu persaan luar biasa tenangnya dan indahnya. Sebagai manusia biasa pasti akan merasa sukar untuk memberi maaf karena luka yang terguris di hati sanubari itu amat sukar untuk dipulihkan.
Disaat kita berkata "Aku ingin memohon maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan kepada kamu wahai kekasihku", disaat itulah hati kita akan merasakan indahnya perasaan tenang yang meresap di dalam hati. Begitu juga kalau kita berkata "Aku memberi maaf wahai kekasihku", satu perasaan indah dan tenang pasti akan menyelinap di selutuh urat nadi kita sehingga melahirkan rasa tenang-setenangnya.
Sama-samalah kita memberi kemaafan tanpa bersyarat karena kemaafan bersyarat itu ibarat seseorang yang cuba meluruskan besi bengkok. Selurus apapun besi tersebut, kesan bengkokan masih akan kelihatan. "I can forgive u but I cannot forget", Sebaliknya, berilah kemaafan seumpama menukar kain yang kotor kepada kain yang putih bersih, I can forgive u and let's forget".
Yang bersalah wajarlah memohon maaf dan berusaha untuk melakukan ajakkan paradigma di dalam kehidupannya tidak akan mengulangi kesilapan yang sama, meninggalkan aktifitas-aktifitas yang kurang sehat bagi hati kita. Kiranya ada sesuatu berhubungan, ataupun menimbulkan ketidakpuasaan hati janganlah di pendam-pendam sehingga mengurangi marah dan ketidakpuasaan hal itu, lantas memuntahkan lahar berapi yang lebih hebat dari letupan gunung berapi. Berbincanglah walaupun tidak mau berbincang bisa menggunakan perantara e-mail, sms dan segala macam sosial media dan alat komunikasi yang ada.
Yang dimohon kemaafan mulialah hidupnya memberi maaf walaupun hati teriris luka, pedihnya dan sakitnya mungkin tidak akan hilang sampai kapanpun, bukalah hati untuk memberi maaf dan meluoakannya, agar kehidupan tidak dihantui oleh bayang-bayang orang yang melukai hati kita. Let's forgive and learn dan forget.
Hakikat manusia pasti tidak akan lari-lari dari melakukan kesilapan. Dan begitu juga hakikat kemanusiaan kita itu bukanlah alasan untuk kita berlepas diri dari melakukan kesilapan. S ebaliknya, dengan kesilapan tersebut kita bisa berusaha mengubah diri kita kepada satu tahap yang lebih baik, berjanji untuk tidak mengulangi kesilapan yang sama dan mengambil pengajaran di atas segala khilaf yang kita lakukan.
Bila Anda masih merasa kesulitan untuk memberi maaf, maka ada baiknya mengikuti petunjuk berikut ini:
1. Ingatlah perasaan sakit hati atau luka batin yang Anda alami secara obyektif tanpa menyalahkan dan mengorbankan diri.
2. Cobalah berempati dengan orang yang menyakiti perasaan Anda. Renungkan mengapa ia melakukan hal itu, apa yang dirasakan oleh orang itu sehingga perbuatannya menimbulkan sakit hati.
3. Bayangkan semua masalah dilihat dari sudut pandangnya. Cara ini akan mempermudah kita memahami mengapa ia sampai menyakiti hati orang lain.
4. Bagian dari kita yang mengutamakan kepentingan orang lain (altruistis) akan berpikir bahwa kita telah dimaafkan dan bagaimana rasanya memaafkan.
5. Ketika tiba saatnya untuk berkomitmen memberi maaf, orang biasanya mengucapkan "Belum", tetapi ketika akhirnya mereka melakukannya, mereka harus senantiasa berpegang pada pemaafan.
Seorang yang mulia ialah apabila memberi kemaafan kepada sesiapapun yang berbuat kesalahankepadanya. Seseorang itu lagi mulia, apabila memberi kemaafan dan melupakan kesalahan. Seseorang itu sangat mulia jika memberi kemaafan, melupakan kesalahan dan memperbaiki kekurangan yan ada pada dirinya.
Echy minta maaf setulus hati jika terdapat kalimat yang tudak berkenan di hati pembaca.



lalalalalalal :D
BalasHapusbraden@hahahhahay ketwa dia...ckckckk
BalasHapus